Make your own free website on Tripod.com

Instalasi Kesehatan Reproduksi Pemalang

Pelatihan APN

Home | Obstetri Sosial | Kesehatan Remaja dan Pranikah | Kesehatan Jiwa Reproduksi | Kekerasan Dalam Keluarga | P2KP - KR Pemalang | Pelatihan APN | ORTALA Instalasi Kesehatan Reproduksi | Profil Instalasi Kespro

 

FOKUS PELATIHAN

Mencegah :

           Perdarahan post partum

           Asfiksi bayi baru lahir/hipotermi

           Infeksi

           Partus lama

 

Dalam asuhan persalinan normal harus ada ALASAN yang kuat dan TERBUKTI BERMANFAAT bila akan melakukan intervensi terhadap proses persalinan yang fisiologis / alamiah.

                                 WHO

 

Tujuan Umum Pelatihan

 

          Meningkatkan sikap positif terhadap keramahan & keamanan dlm memberikan pelayanan persalinan normal & penanganan awal penyulit beserta rujukannya

          Memberikan pengetahuan & ketrampilan pelayanan persalinan normal & penanganan awal penyulit beserta rujukan yang berkualitas & sesuai dengan prosedur standar

 

Tujuan Pelatihan:

 

          Mengidentifikasi praktek-praktek terbaik bagi penatalaksanaan persalinan dan kelahiran:

-    Penolong yang terampil

-    Kesiapan menghadapi persalinan dan kelahiran serta  kemungkinan komplikasinya

-    Partograf

-    Episiotomi terbatas hanya atas indikasi

          Mengidentifikasi tindakan-tindakan  yang merugikan dengan maksud menghilangkan tindakan tersebut.

 

 

Penolong Yang Terampil

 

 

          Seorang pemberi asuhan yang profesional

          Memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk:

-    Menatalaksana persalinan, kelahiran dan masa nifas

-    Dapat mengenali komplikasi-komplikasi

-   Mendiagnosis, menatalaksana atau merujuk ibu atau bayi ke tingkat asuhan yang lebih tinggi jika terjadi komplikasi yang memerlukan intervensi di luar kompetensi pemberi asuhan

          Dapat melakukan semua intervensi dasar kebidanan

 

Kesiapan Menghadapi Persalinan dan Kesiapan Menghadapi Komplikasi Bagi Pemberi Asuhan

 

          Mendiagnosis dan menatalaksana masalah dan komplikasi dengan sesuai dan tepat waktu

          Mengatur rujukan ke tingkat yang lebih tinggi bila diperlukan

          Memberikan konseling yang berpusat pada ibu tentang kesiapan menghadapi persalinan dan kelahiran serta kesiapan menghadapi komplikasinya

          Mendidik masyarakat mengenai kesiapan menghadapi persalinan dan kelahiran serta kesiapan menghadapi komplikasinya

 

Kesiapan Menghadapi Komplikasi Bagi Pemberi Asuhan

          Mengenali dan merespon tanda-tanda bahaya

          Menyusun rencana serta menentukan siapa yang berwenang untuk mengambil keputusan di saat keadaan darurat

          Membuat rencana untuk segera dapat mengakses dana (tabungan atau dana masyarakat)

          Mengidentifikasi dan merencanakan upaya yang harus dilakukan untuk mendapatkan darah atau donor darah dengan segera bila diperlukan.

 

 

 

          Mengenali dan merespon tanda-tanda bahaya

          Menyusun rencana serta menentukan siapa yang berwenang untuk mengambil keputusan di saat keadaan darurat

          Membuat rencana untuk segera dapat mengakses dana (tabungan atau dana masyarakat)

          Mengidentifikasi dan merencanakan upaya yang harus dilakukan untuk mendapatkan darah atau donor darah dengan segera bila diperlukan.

 

 

3 CIRI UTAMA
PENDEKATAN PELATIHAN KLINIK

          Berdasarkan Kompetensi

          Konsep Mastery Learning

          Teknik Pelatihan Humanistik

 

BUKU ACUAN : PELATIHAN
PELAYANAN DASAR PERSALINAN

 

          BAB I : Lima Benang Merah dalam Pendekatan Pelayanan

          BAB II : Persalinan Kala I

          BAB III : Persalinan Kala II

          BAB IV : Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir

          BAB V : Persalinan Kala III & IV

 

BAB I : LIMA BENANG MERAH

 

*          Metode Pemecahan Masalah

*           Sayang Ibu

*           Pencegahan Infeksi

*           Dokumentasi

*           Pedoman Rujukan Medik Puskesmas

 

Persalinan Bersih

 

          Sebanyak 14.9% dari seluruh kematian ibu disebabkan oleh infeksi

          Kematian ini dapat dicegah dengan melakukan praktek-praktek pencegahan infeksi

 

Praktek-Praktek Pencegahan Infeksi

 

          Gunakan bahan/alat sekali pakai, sekali saja dan lakukan dekontaminasi yang sesuai terhadap bahan/alat yang dapat digunakan kembali yang digunakan selama persalinan dan kelahiran

          Gunakan sarung tangan pada saat melakukan pemeriksaan dalam, selama menolong melahirkan bayi dan ketika menangani plasenta

          Gunakan pelindung diri (sepatu, celemek, kaca mata)

          Cuci tangan

          Membersihkan perineum ibu dengan sabun dan air dan jagalah selalu kebersihannya 

          Pastikan bahwa permukaan tempat bayi dilahirkan dalam keadaan bersih

          Peralatan, kasa dan tali untuk memotong tali pusat telah di DTT

 

BAB 2 : PERSALINAN KALA I

 

Tujuan Umum :

           Proses persalinan fisiologis

           Partograf

           Rujukan kelainan proses persalinan

           Masalah medis yg bisa terjadi  (PE, APB, KPP) serta penatalaksanaannya

 

 

Persalinan Kala I
 Praktek yang dianjurkan

 

          Partograf

           Ibu makan dan minum

           Melakukan aktifitas

           Posisi

           Mengosongkan kandung kemih

 

Partograf dan Kriteria Untuk
Persalinan Aktif

 

          Tulis mengenai informasi identitas pasien

          Catat denyut jantung janin, warna cairan ketuban, ada tidaknya kompresi kepala, pola kontraksi, pengobatan yang diberikan

          Tandai pembukaan serviks

          Garis waspada dimulai pada 4 cm  dari sini, pembukaan diharapkan  bisa melaju 1 cm/jam

          Garis tindakan: Jika pasien tidak mengalami kemajuan seperti di atas, maka diperlukan tindakan

 

Persalinan Kala I
Praktek yang dihindari

 

          Klisma rutin

          Katerisasi rutin

          Cukur rambut kemaluan

          Pimpin meneran sebelum pembukaan lengkap

 

BAB 3 : Persalinan Kala II

Tujuan Umum :

          Mampu melakukan penatalaksanaan Persalinan Kala I

          Mengenal Penyulit

          Melakukan rujukan

 

Kala II yang dianjurkan :

 

          Menjelaskan kemajuan/prosedur/tindakan

          Mengijinkan makan minum

          Kehadiran keluarga - dukungan emosi

          Mengosongkan kandung kemih

          Posisi meneran

          Saat meneran

          “Non direct pushing”

          Kontrol pengeluaran kepala

          “Hand manuver”

          Penanganan BBL : usap mulut hidung, keringkan-rangsangan ringan, bungkus bayi-kepala juga

 

Persalinan Kala Tiga

 

          Penatalaksanaan aktif kala 3 bagi semua ibu melahirkan:

-   Pemberian Oksitosin

-   Penegangan tali pusat terkendali

-   Masase uterus segera setelah plasenta dilahirkan agar uterus tetap berkontraksi

          Pemeriksaan rutin plasenta dan selaput ketubannya

-    22% kematian ibu disebabkan oleh retensio plasenta

          Pemeriksaan rutin pada vagina dan perineum untuk mengetahui adanya laserasi dan luka

 

Persalinan Kala Tiga

 

          Penatalaksanaan aktif kala 3 bagi semua ibu melahirkan:

-   Pemberian Oksitosin

-   Penegangan tali pusat terkendali

-   Masase uterus segera setelah plasenta dilahirkan agar uterus tetap berkontraksi

          Pemeriksaan rutin plasenta dan selaput ketubannya

-    22% kematian ibu disebabkan oleh retensio plasenta

          Pemeriksaan rutin pada vagina dan perineum untuk mengetahui adanya laserasi dan luka

 

Praktek-Praktek Terbaik Persalinan

 

          Gunakan metode non-invasif, non-farmakologis untuk mengurangi rasa sakit selama persalinan (masase, teknik relaksasi, dsb):

          Sedikit penggunaan analgesia

          Lebih sedikit jumlah tindakan operasi Lebih sedikit jumlah bayi dengan skor apgar < 7 pada 5 menit pertama.

          Lebih sedikit terjadinya depresi pasca persalinan selama 6 minggu

          Menganjurkan ibu untuk cukup minum sepanjang proses persalinan dan kelahiran bayi

          Gunakan metode non-invasif, non-farmakologis untuk mengurangi rasa sakit selama persalinan (masase, teknik relaksasi, dsb):

          Sedikit penggunaan analgesia

          Lebih sedikit jumlah tindakan operasi Lebih sedikit jumlah bayi dengan skor apgar < 7 pada 5 menit pertama.

          Lebih sedikit terjadinya depresi pasca persalinan selama 6 minggu

          Menganjurkan ibu untuk cukup minum sepanjang proses persalinan dan kelahiran bayi

 

Praktek-Praktek Terbaik: Masa Nifas

 

          Pemantauan ketat dan pengamatan terus menerus selama 6 jam pertama masa nifas

          Parameter:

          Tekanan darah, nadi, perdarahan pervaginam,  kontraksi uterus

          Waktu:

          Setiap 15 menit selama 2 jam pertama

          Setiap 30 menit selama 1 jam berikutnya

          Setiap jam selama 3 jam terakhir

 

Posisi Dalam Persalinan Dan Kelahiran

          Memberikan ibu kebebasan untuk menentukan posisi dan gerakan yang diinginkan selama persalinan dan kelahiran

          Menganjurkan posisi apapun kecuali terlentang, seperti:

-  Berbaring miring

-  Berjongkok

-  Merangkak

-  Semi-duduk

-  Duduk

 

          Penggunaan posisi tegak atau lateral dibandingkan dengan posisi telentang atau litotomi dihubungkan dengan:

          Persalinan kala dua yang lebih singkat

          Lebih sedikitnya persalinan yang harus ditolong

          Lebih sedikitnya episiotomi

          Lebih sedikitnya laporan nyeri yang parah

          Lebih sedikitnya pola denyut jantung bayi abnormal

          Lebih banyaknya robekan pada perineum

          Kehilangan darah > 500 mL

 

Kebiasaan Rutin Yang Membahayakan

 

          Penggunaan enema: tidak nyaman, dapat merusak usus besar, tidak merubah lamanya persalinan, terjadinya infeksi pada bayi baru lahir atau infeksi luka pada masa perinatal 

          Pencukuran rambut pubis: membuat tidak nyaman dengan tumbuhnya kembali rambut, tidak mengurangi infeksi, dapat meningkatkan penularan HIV dan hepatitis

          Pembersihan uterus setelah persalinan: dapat menyebabkan infeksi, trauma mekanik atau syok

          Eksplorasi manual pada uterus setelah persalinan

Praktek-Praktek Yang Membahayakan

 

          Pemeriksaan:

-   Pemeriksaan rektum: angka kejadiannya sama dengan infeksi puerperium, tidak nyaman bagi wanita/ibu

-   Penggunaan rutin sinar-X untuk pengukuran pelvis: meningkatkan kejadian leukemia pada anak

          Posisi:

-   Penggunaan posisi telentang rutin selama persalinan

-   Penggunaan posisi litotomi rutin dengan atau tanpa pijakan/penahan

 

 

Intervensi Yang Membahayakan

 

          Pemberian oksitosin kapanpun sebelum persalinan dengan cara apapun efeknya tidak dapat dikontrol

          Upaya meneran yang terus menerus  selama persalinan kala dua

          Pemijatan dan peregangan perineum selama persalinan kala dua (tidak ada bukti)

          Mendorong fundus selama persalinan

 

Praktek-Praktek Yang Tidak Benar

 

          Pembatasan makanan dan minuman selama persalinan

          Pemberian cairan infus intravena secara rutin pada persalinan

          Pemeriksaan vagina yang berulangkali , khususnya apabila dilakukan  oleh lebih dari satu penolong

          Memindahkan ibu  yang akan bersalin secara rutin ke tempat lain pada saat permulaan kala dua

          Menganjurkan ibu untuk meneran ketika ditegakkan diagnosis pembukaan lengkap atau pembukaan sudah hampir lengkap padahal ibu belum merasa ingin meneran

          Kepatuhan yang kaku terhadap lamanya persalinan kala dua yang telah ditentukan (misalnya, 1 jam) padahal kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik dan terdapat kemajuan dalam persalinan

          Penggunaan episiotomi secara bebas atau rutin

          Penggunaan amniotomi secara bebas atau rutin

 

Praktek-Praktek Yang Digunakan Untuk Indikasi Klinis Yang Spesifik

 

          Kateterisasi kandung kemih

          Persalinan dengan tindakan

          Pemberian oksitosin

          Pengendalian rasa sakit dengan menggunakan obat-obat sistemik

          Pengendalian rasa nyeri dengan analgesi epidural

          Memonitor janin terus menerus secara elektronik

 

 

Persalinan dan Kelahiran Normal:

 

          Adanya tenaga terampil

          Penggunaan partograf

          Menggunakan kriteria spesifik untuk mendiagnosis persalinan aktif

          Membatasi penggunaan intervensi-intervensi yang tidak perlu

          Menggunakan penatalaksanaan aktif pada persalinan kala 3

          Mendukung posisi yang menjadi pilihan ibu selama persalinan dan kelahiran bayi

          Memberikan dukungan emosional dan fisik secara terus menerus pada ibu selama persalinan

PELATIHAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL

 

TUJUAN PELATIHAN:

Mampu melaksanakan Asuhan Persalinan normal yaitu persalinan yang sesuai dengan Pilar Safemotherhood yaitu Persalinan Bersih Aman, Sayang Ibu dan Berorientasi Keselamatan. Dengan APN kita dapat mencegah kematian yang disebabkan Perdarahan, Eklamsia, Sepsis.

Pencegahan dilakukan dengan:

-          Menghindari Tindakan yang Tak Perlu

-          Penatalaksanaan Aktif Persalinan Kala III

-          Pemantauan Kontraksi & Masase Uterus

-          Penatalaksanaan Atonia Uteri

-          Perangsangan Taktil, Pengeringan & Penghangatan Bayi Baru Lahir

Pada akhir praktek pelatihan APN peserta akan dapat :

         Memberikan pelayanan yang ramah, aman dan penuh kekeluargaan yang meliputi aspek-aspek 5 benang merah.

         Melakukan penatalaksanaan persalinan fisiologis kala I, menggunakan partograf, mengidentifikasi dan memberikan penanganan awal penyulit, serta persiapan rujukan

         Melakukan penatalaksanaan persalinan fisiologis kala II, mengidentifikasi dan memberikan penanganan awal penyulit serta persiapan rujukan

         Melakukan penatalaksanaan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir, mengidentifikasi dan memberikan penanganan awal penyulit, serta persiapan rujukan

         Melakukan penatalaksanaan manajemen aktif kala III dan pelayanan kala IV serta mengidentifikasi penyulit, penanganan awal dan persiapan rujukan.

 

 

PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA:

-          Tertarik Topik Pelatihan: praktis & masih menolong persalinan

-          Mengetahui Apa Yang Akan Diperoleh: sesuai kebutuhan

-          Aktif Belajar Pengetahuan, Sikap & Ketrampilan Baru

  PESERTA  & PELATIH AKTIF BELAJAR : Saling mengisi kekurangan

 

CIRI-CIRI:

-          Belajar orang dewasa: interaksi dua arah, relevan, praktis. partisipatif

-          Coaching: belajar dengan model: peserta menerima umpan balik, merangsang belajar

-          Latihan praktek: ~ standar kinerja

-          Penilaian kemampuan ketrampilan: tingkat awal, mampu & mahir/ kompeten

 

PENDEKATAN PELATIHAN: KOMPETENSI: 

Belajar MengerjakanBagaimana setiap peserta mengerjakan (pengetahuan, sikap & ketrampilan),

Prosedur Klinik dipecah standarisasi langkah-langkah esensial

INTERAKSI DUA ARAH & PARTISIPATIF

EVALUASI: kuesioner awal dan tengah-pelatihan dengan penuntun belajar dan daftar tilik penilaian ketrampilan, kompeten bila nilai > 85

 

KOMPONEN PELATIHAN

       Buku acuan, Buku Panduan, Alat peraga & Evaluasi, sesuai standar JNPK-KR

LAMA PELATIHAN

         9 hari pelatihan terbagi dalam kegiatan kelas dan kegiatan klinik di P2KP:

o        4 hari belajar di kelas dan harus menginap di asrama untuk belajar/kompetensi di model secara intensif.

o        6 hari sisanya praktek klinik di RSU / satelit yang merupakan tempat persalinan  yang cukup jumlah persalinan normal untuk memperoleh kompetensi Asuhan Persalinan Normal di klien.

 

TEMPAT  PELATIHAN APN

 -  Instalasi Kesehatan Reproduksi RSUD Dr. M. Ashari Pemalang & 6 satelit

DANA:

-          Beaya setiap peserta untuk pelatihan  optimal Rp 2.500.000 perpeserta

-          Beaya ini sudah termasuk materi & peralatan pelatihan, konsumsi dan akomodasi, transportasi selama pelatihan, sertifikat

-          Transportasi kedatangan / kepulangan dan uang saku tidak menjadi tanggungan P2KP-KR Pemalang

 

PROSEDUR PENDAFTARAN PELATIHAN

-          Peserta secara perorangan maupun kelompok, dimohon mendaftarkan kepada sekretariat P2KP-KR Pemalang, seawal mungkin untuk mendapat alokasi waktu yang diinginkan dan disepakati.

-          Setiap bulan P2KP-KR Pemalang mampu menyediakan waktu untuk pelatihan APN 2 angkatan Pre-service & 2 angkatan In-service, masing angkatan minimal 10 orang.

-          Kelompok peserta yang menginginkan pelayanan yang berlainan dengan pelatihan optimal dapat melakukan kesepakatan dengan manajemen P2KP-KR Pemalang.

-          Setiap peserta membawa pakaian baju putih pada waktu menolong persalinan.

 

Sekretariat P2KP-KR:

Sekretariat P2KP-KR Pemalang

d/a Instalasi Kesehatan Reproduksi RSUD Dr. M. Ashari

Jl. Gatot Subroto 41 Tel. (0284) 321614 ext 204, 0284 5700789

E-mail : pantjer@indo.net.id

Pemalang Jawa Tengah 

Copyright @ 2005 Kespro Pemalang